October 20, 2020

Cara Merawat Bayi Demam Campak

Campak yang merupakan penyakit akibat infeksi virus Rubella adalah salah satu jenis penyakit yang rentan didapatkan oleh bayi. Gejala penyakit ini adalah munculnya ruam di sekujur tubuh setelah bayi mengalami sakit tenggorokan, batuk serta bersin terlebih dahulu. Campak dapat menular sehingga harus segera diatasi dengan cara merawat bayi demam campak berikut.

  1. Redakan demam

Bayi yang terkena campak akan mengalami demam. Cara merawat bayi demam campak adalah dengan memberikan obat penurun panas seperti ibuprofen atau parasetamol dalam bentuk cair. Obat pereda demam atau penurun panas ini akan membuat suhu tubuh bayi kembali normal sehingga gejala campak pada bayi akan membaik dengan sendirinya.

  1. Tambah asupan cairan

Ibu wajib memberikan banyak cairan saat gejala campak muncul. Berikan air putih yang cukup agar bayi tidak dehidrasi. Selain mencegah dehidrasi, air putih juga dapat meredakan tenggorokan bayi yang gatal akibat batuk. Pemberian cairan yang cukup sangat diperlukan saat bayi demam karena pada saat itulah kebutuhan cairan tubuh bayi meningkat.

  1. Vaksinasi campak

Saat bayi terkena campak, ibu bisa meminta bantuan dokter untuk memberikan vaksinasi campak. Vaksinasi campak ini dapat dilakukan dalam 6 hari setelah bayi didiagnosa terpapar virus Rubella yang menyebabkan campak, yaitu dengan memberikan suntikan serum globulin imun kepada bayi.

  1. Perbanyak vitamin A

Vitamin A dianjurkan oleh World Health Organisation (WHO) untuk diberikan kepada bayi yang terkena campak. Ini karena pemberian vitamin A dapat meredakan gejala serta mengurangi risiko munculnya komplikasi pada penderita campak. Pemberian vitamin A pada bayi juga dapat mempercepat proses penyembuhan pada bayi yang terkena campak.

  1. Terapi uap

Gejala lain seperti pilek mungkin terjadi saat bayi terkena campak sehingga saluran pernapasan bayi bisa tersumbat. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan terapi uap. Terapi uap cukup efektif untuk meredakan hidung tersumbat pada bayi alih-alih mengandalkan obat yang bisa membahayakan jika diberikan kepada bayi di saat yang tidak tepat.