Doa Pulang Haji

 

Setelah melaksanakan rangkaian rukun haji pada ibadah haji, para jamaah pun kembali ke tanah air masing-masing. Beberapa di antaranya juga menunggu giliran untuk dipulagkan dari tanah suci. Rasa bahagia dan haru tentunya menyelimuti kepulangan para jamaah, mengingat sekembalinya ke tanah air sudah ada gelar baru yang disandang, sekaligus tanggung jawab baru sebagai seorang Haji atau Hajjah.

Rasa rindu para jamaah haji pada keluarga dan kerabat di tanah air tentunya sudah sangat menggebu dan segera ingin bertemu. Namun demikian, setibanya di tanah air, para jamaah haji tidak dianjurkan untuk langsung memasuki rumah dan bertemu sanak famili. Ada doa pulang haji dan beberapa amalan yang perlu dilakukan oleh para jamaah haji sebelum ke rumah.

Adab dan Amalan Pulang Haji

Amalan-amalan tersebut berkaitan juga dengan adab pulang haji setelah kembali dari tanah suci. Adab atau amalan-amalan ini sudah tertulis di berbagai kitab. Biasanya juga pemandu haji akan memberitahukan hal terkait ini kepada para jamaah sbeelum kepulangan. Adab dan amalan-amalan ini bukan hanya berlaku untuk para jamaah, melainkan juga untuk para keluarga dan kerabatnya, yaitu:

  1. Bertakbir di perjalanan pulang

Seorang yang hendak berpulang dari melaksanakan ibadah haji, disunnahkan untuk bertakbir sebanyak 3 kali saat melewati jalan perbukitan atau sepanjang perjalanan. Setelah bertakbir, jamaah dianjurkan untuk membaca doa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Doa tersebut berbunyi sebagai berikut:

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiirun. Aayiibuuna, taa’ibuuna, ‘aabiduuna, saajiduuna, li rabbinaa, haamiduun. Shadaqallaahu wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdahuu.” Inilah doa yang dianjurkan untuk dibacakan setelah bertakbir dalam perjalanan pulang dari ibadah haji.

  1. Titip amanah pada keluarga

Kepulangan jamaah haji tidak selalu bersamaan. Jamaah haji yang pulang belakangan dianjurkan untuk memberi amanat pada jamaah haji yang pulang lebih dulu untuk mengabarkan kepada sanak famili di rumah asalnya. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan kedatangan mereka yang pulang belakangan dari tanah suci, sehingga tidak tampak mendadak.

  1. Membaca doa khusus

Menjelang sampai di kediaman, jamaah haji dianjurkan untuk membaca doa pulang haji, sebagai berikut: “Allaahumma innii as’aluka min khairihaa, wa khairi ahlihaa, wa khairi maa fihaa. Wa a’uudzu bika min syarrihaa, wa syarri ahlihaa, wa syarri maa fihaa.” Sesuai dengan artinya, doa ini dibaca untuk memohon perlindungan pada Allah dari segala marabahaya di kota kedatangan.

  1. Melakukan shalat sunnah Qudum di masjid

Jamaah yang telah tiba di sekitar kediamannya, dianjurkan untuk melakukan shalat sunnah Qudum 2 raka’at di masjid sebelum menginjakkan kaki ke rumah. Shalat sunnah Qudum adalah shalat yang sunnah yang dilakukan sebelum seseorang sampai di rumah setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Jamaah haji disarankan untuk shalat di masjid yang terdekat dengan rumahnya.

Sesampainya di rumah, jamaah haji juga dianjurkan untuk menunaikan shalat sunnah Qudum kembali di rumah. Tujuannya adalah untuk berdo’a dan bersyukur pada Allah atas keselamatan sampai kembali ke rumah. Jamaah haji juga disarankan menginjakkan kaki di kampung halamannya pada pagi hari. Jika sampai pada malam hari, sebaiknya menunggu masuk ke kotanya pada pagi hari.

  1. Mendoakan para tamu

Kepulangan jamaah haji juga kerap diisi dengan sambutan oleh keluarga dan kerabat sekitar. Sambutan ini biasanya dilakukan dengan pengajian atau syukuran. Jamaah haji yang sudah ditungu keluarga dan kerabat disarankan untuk mendoakan para tamu yang datang. Di dalam rangkaian acaranya juga biasanya diisi dengan cerita-cerita jamaah haji selama berada di Tanah Suci.

Menceritakan pengalaman jamaah selama berhaji, bukanlah dimaksudkan untuk kesombongan, melainkan untuk memberikan motivasi bagi para tamu yang datang, seperti keluarga dan kerabat. Tradisi ini bahkan bukan hanya ada di Indonesia, melainkan juga menjadi tradisi di negara lainnya. Negara yang menjalankan tradisi ini, seperti Iran, Irak, Mesir, Malaysia, dan masih banyak lagi lainnya.

Amalan di atas tentunya dianjurkan untuk dilengkapi juga dengan amalan-amalan lainnya yang wajib dijalankan setelah melaksanakan haji di tanah suci. Salah satunya adalah dengan manambah amal shaleh yang bisa menjadi took ukur ibadah haji seseorang. Menambah amalan shaleh tentunya bukan hanya dijalankan orang yang baru mendapatkan gelar haji atau hajjah, namun diutamakan yang bergelar.

Itulah beberapa amaIan dan doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh jamaah setelah melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Untuk itu, sebelum melaksanakan ibadah haji, penting sekali membekali diri dengan ilmu dan informasi mengenai pelaksanaan ibadah haji. Hal ini dimaksudkan agar ibadah yang dilakukan lancar hingga kepulangan. Informasi lainnya terkait ibadah haji bisa dilihat laman pemberitahuan.com.