August 12, 2020

Perlu Dipahami! Hukum Hak Asuh Anak Pasca Perceraian

Perceraian adalah salah satu hal yang tidak diinginkan dalam sebuah hubungan rumah tangga atau keluarga. Hal ini karena perceraian artinya sebuah perpisahan antara kedua orang tua yang juga berpengaruh pada anak-anak. Selain itu, mengenai hak asuh anak pasca perceraian juga kerap kali menimbulkan masalah dan pertikaian tersendiri yang cukup rumit.

Perlu diketahui bahwa kewajiban orang tua terhadap anak masih tetap berlaku meskipun telah mengalami perceraian. Jadi, perpisahan antara Ayah dan Ibu tidak mengurangi tanggung jawab mereka untuk mengurus anak-anak mereka. Hal ini termasuk kebutuhan akan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan kehidupan mereka setiap harinya. Baik dari pihak Ayah maupun Ibu bertanggung jawab atas hal itu.

Bagaimana Hak Asuh Anak Pasca Perceraian?

Hak asuh anak memang bisa menjadi sangat rumit jika antara kedua belah pihak tidak mau mengalah dalam menentukan hak asuh. Dalam hukum sebenarnya juga telah diatur bahwa anak di bawah usia 12 tahun akan ikut dengan Ibu. Barulah setelah cukup dewasa, anak-anak boleh memilih ingin tinggal dengan Ayah atau Ibunya.

Meskipun biasanya hak asuh anak jatuh ke tangan Ibu, Ayah juga masih memiliki hak-hak seperti berikut ini, antara lain:

  • Hak untuk mengunjungi dan menemui anak
  • Hak untuk menjadi wali nikah jika anaknya perempuan
  • Hak waris

Dalam menentukan hak asuh anak, akan ada hakim yang membantu memutuskan. Beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan hakim dalam membuat keputusan, antara lain:

  • Perilaku orang tua, apakah baik atau tidak untuk anak-anak tinggal
  • Perhatian yang diberikan kepada anak
  • Kemampuan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan anak

Cara Menjelaskan Perceraian Kepada Anak

Hal yang cukup mengkhawatirkan ketika perceraian terjadi adalah pertikaian antara Ibu dan Ayah tentang hak asuh anak pasca perceraian. Selain itu, orang tua juga cukup sulit menjelaskan kepada anak tentang perceraian mereka, terutama jika anak-anak mereka masih kecil. Menjelaskan tentang perceraian atau perpisahan antara Ibu dan Ayah kepada anak memang tidak mudah.

Anda harus bisa bicara dengan baik-baik kepada anak agar mereka tidak salah mengerti atau mengalami trauma dan ketakutan berlebihan. Jika tidak, mereka pun bisa mengalami stress dan sulit untuk melakukan penyesuaian diri pasca perceraian. Begitu juga jika anak tidak bisa menerima apa yang terjadi, bisa saja anak-anak melakukan hal-hal yang ekstrem untuk melampiaskan kekecewaannya.

Siapa sih yang ingin berpisah? Sejatinya semua orang tua pasti ingin terus bersama membimbing anak-anak mereka. Namun jika perceraian harus terjadi, maka orang tua harus bijak dalam menjelaskan kondisi tersebut kepada anak. Berikut ini beberapa cara yang baik untuk menjelaskan perceraian kepada anak, antara lain:

  1. Jelaskan dengan Kalimat yang Sederhana

Jelaskan secara baik-baik dengan kalimat yang sederhana agar anak tidak salah paham dan bisa mengerti. Anda bisa memulainya dengan memberitahukan anak bahwa Ayah dan Ibu terkadang bertengkar seperti anak bertengkar dengan teman nya. Katakan pada mereka bahwa Ayah dan Ibu sangat menyayanginya, namun akan memiliki dua rumah dan keduanya untuk sang anak.

  1. Jelaskan Bahwa Anak Bukan Alasan Perceraian

Jangan lupa untuk memberi pengertian kepada anak bahwa dia bukanlah alasan orang tuanya bercerai. Terkadang, anak-anak akan merasa perceraian Ayah dan Ibu merupakan kesalahannya. Jika anak-anak merasa bersalah atau tidak berharga, hal ini bisa menimbulkan mempengaruhi kesehatan psikologis mereka. Terlebih lagi jika masalah hak asuh anak pasca perceraian menjadi rumit.

  1. Meminimalkan Dampak Negatif pada Anak

Untuk meminimalkan dampak negatif pada anak, Anda dan pasangan harus tetap terlihat rukun saat bersama anak. Tunjukkan bahwa perceraian bukanlah hal yang menakutkan bagi anak dan tidak akan mengurangi rasa sayang orang tua kepada anak.

  1. Bantu Anak Melampiaskan Emosinya

Setelah mengurus hak asuh anak pasca perceraian, kedua orang tua juga wajib mengawasi dan memperhatikan tingkah laku sang anak. Keduanya wajib menemani anak untuk membantu mereka melampiaskan emosinya, misalnya dengan bercerita atau menulis. Sampaikan padanya bahwa tidak masalah jika mereka ingin menangis, perasaan mereka harus diungkapkan dan tidak boleh dibiarkan terpendam.

Mengurus perceraian sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri, asalkan paham syarat dan prosesnya. Anda juga bisa menggunakan jasa pengacara, salah satunya Cumming Divorce Attorney yang sudah terkenal di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Dengan menggunakan jasa dari pengacara profesional, proses perceraian pun bisa berlangsung dengan lancar dan minim hambatan serta pertikaian.