Burung Hantu Bertanduk   

 

Ada banyak sekali spesies burung hantu yang hidup di bumi, salah satunya adalah great horned owl yang dalam Bahasa Indonesia berarti burung hantu bertanduk. Burung hantu ini termasuk dalam daftar burung berbahaya bersama burung unta, kasuari dan burung lain versi laman Encyclopedia Britannica. Berikut ini beberapa fakta tentang great horned owl.

  1. Tidak benar-benar bertanduk

Walaupun disebut dengan nama burung hantu bertanduk, burung hantu jenis ini sebenarnya tidak benar-benar bertanduk. Sebutan ini didapatkan jenis burung hantu ini karena adanya dua jambul yang mirip tanduk di bagian kepalanya.

Jambul yang mirip tanduk tersebut masih belum dapat dipastikan fungsinya oleh ilmuwan apakah untuk berkomunikasi, kamuflase, atau untuk menunjukkan dominasi. Namun yang pasti, tanduk ini bukan tanduk layaknya kambing atau sapi.

  1. Memiliki cengkeraman mematikan

Great horned owl dikenal dengan cengkeramannya yang mematikan bagi hewan-hewan dengan ukuran tubuh yang sama. Cengkeramannya inilah yang membuat jenis burung hantu ini termasuk dalam burung berbahaya dalam Encyclopedia Britannica. Disadur dari laman Thoughtco, cengkraman burung hantu ini bahkan cukup untuk meremukkan seekor kelinci dewasa.

  1. Predator tanpa memandang ukuran mangsa

Burung hantu jenis ini merupakan burung predator yang tidak memandang ukuran mangsanya. Hewan-hewan yang menjadi mangsa burung hantu jenis ini di antaranya tikus, katak, kelinci, rakun, sigung, bahkan burung hantu lainnya pun terkadang tak luput dari kekuatan cengkeraman great horned owl.

Selain cengkeramannya yang dikenal kuat, burung hantu ini juga memiliki kekuatan yang cukup besar sehingga mampu membawa terbang mangsa yang lebih berat dari bobot tubuhnya. Laman National Geographic bahkan menyebutkan bahwa hewan peliharaan manusia seperti anjing dan kucing pun dapat menjadi sasaran burung hantu ini.

  1. Menelan mangsanya bulat-bulat

Sama seperti spesies burung hantu pada umumnya, great horned owl juga memiliki pencernaan yang luar biasa. Burung hantu ini akan memakan dan menelan mangsanya bulat-bulat yang kemudian akan dimuntahkan kembali dalam bentuk pelet, yaitu sisa-sisa dari bagian tubuh mangsanya yang sulit untuk dicerna seperti bulu, tulang dan lain-lain.